Menyiapkan kartu undangan adalah salah satu perintilan persiapan pernikahan yang tak bisa dianggap sepele. Kapankah yang waktu yang tepat untuk mulai memikirkannya?
"Baiknya dipersiapkan setengah tahun sebelum hari pernikahan," tukas Michelle Renata selaku founder & CEO dari Parler Studio saat ditemui Metrotvnews.com di Bridestory Fair 2017, Jumat (10/2/2017).
"Kita membuat undangan berdasarkan tema, dekorasi, pakaian dan berbagai hal terkait pernikahan untuk menyesuaikan, dimana nanti akan diberi masukan agar lebih baik," terangnya.
Berbicara soal tren, menurut Michelle, kebanyakan calon pengantin memesan kartu undangan dengan konsep warna yang lembut atau pastel dan menggunakan jenis kertas tertentu agar lebih cantik.
"Sekarang kebanyakan memesan kertas transparan berjenis kalkir sebagai amplop," katanya.
Sementara, dari segi ukuran, biasanya jenis undangan tergantung pada lokasi pernikahan. Jika lokasi tidak berada di tempat calon pasangan pengantin berdomisili, biasanya ukuran undangan lebih kecil (misalnya berukuran kertas A5) dibandingkan dengan yang menikah di tempat domisili (berkisar 20 x 25 cm)
Lalu, kapankah waktu yang tepat untuk menyebarkan undangan?
"Normalnya sebulan sebelumnya untuk tamu yang berasal dari luar kota dan dua minggu sebelumnya untuk tamu dalam kota," saran Michelle.
Meskipun kartu dalam bentuk digital kini juga sudah mulai digunakan pasangan calon pengantin untuk menyebarkan kabar baik tersebut, kartu undangan dalam bentuk fisik tetap diperlukan untuk diberikan pada tamu undangan yang berusia jauh lebih tua, seperti kerabat dari orangtua calon pasangan pengantin.
Saat ini, harga rata-rata untuk satu kartu undangan antara Rp 20 ribu hingga Rp 80 ribu.
sumber : http://rona.metrotvnews.com/keluarga/nN9JjP8b-tren-kartu-undangan-pernikahan-2017



